Ngariung Syariah 2026: Edukasi Keuangan Syariah untuk Generasi Muda Menuju Al Falah

Ngariung Syariah 2026 menghadirkan Deni Ridwan dari Kemenkeu RI untuk membahas pentingnya literasi keuangan, investasi syariah, dan perencanaan finansial bagi generasi muda menuju Al Falah.

Apr 17, 2026 - 09:41
Apr 17, 2026 - 09:54
 0  3
Ngariung Syariah 2026: Edukasi Keuangan Syariah untuk Generasi Muda Menuju Al Falah
Ngariung Syariah 2026: Edukasi Keuangan Syariah untuk Generasi Muda Menuju Al Falah

Sabtu, 11 April 2026 – Kegiatan bertajuk Ngariung Syariah sukses diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber nasional, Deni Ridwan, Ph.D., CFP, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Acara ini diikuti oleh mahasiswa, masyarakat umum—didominasi generasi Z—serta perwakilan dari berbagai institusi perbankan seperti BNI, BCA, BSI, dan lainnya.

Acara berlangsung dengan susunan kegiatan yang dimulai dari sambutan pembuka oleh MC, dilanjutkan dengan sambutan dari owner Parmadenda yang juga merupakan bagian dari Kementerian Keuangan RI. Kegiatan inti berupa pemaparan materi oleh narasumber, kemudian sesi diskusi interaktif dan tanya jawab, dilanjutkan dengan sesi foto bersama, serta ditutup secara resmi.

Dalam pemaparannya, Deni Ridwan menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini. Ia menyampaikan bahwa manusia tidak hanya perlu belajar cara mendapatkan uang, tetapi juga harus mampu mengelolanya dengan baik. Ia juga mengingatkan bahwa investasi sebaiknya dilakukan setelah memiliki tujuan keuangan yang jelas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi finansial seseorang akan berubah seiring fase kehidupan. “Pengeluaran seseorang yang sudah berkeluarga bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan saat masih single,” ungkapnya. Oleh karena itu, perencanaan keuangan menjadi hal yang krusial.

Dalam memilih instrumen investasi, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep 2R (Risk vs Return) serta 2L (Legal & Logic) sebagai dasar untuk menghindari investasi bodong. Ia juga menyarankan generasi muda untuk memulai dengan instrumen investasi defensif seperti logam mulia dan reksa dana guna mengamankan aset, sebelum beralih ke investasi yang lebih agresif seperti saham.

Dari perspektif syariah, Deni Ridwan menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari ibadah. Konsep perencanaan keuangan syariah bertujuan mencapai Al Falah (keberhasilan dunia dan akhirat) melalui pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah dengan horizon waktu yang tidak terbatas.

Ia juga memaparkan tujuan utama syariah dalam pengelolaan keuangan yang mencakup self-guarding, yaitu menjaga lima aspek penting: faith (agama), life (jiwa), lineage (keturunan), intellect (akal), dan wealth (harta). Selain itu, peserta juga dikenalkan pada instrumen investasi syariah seperti sukuk sebagai salah satu alternatif investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin sadar akan pentingnya perencanaan keuangan berbasis syariah serta mampu mengambil keputusan finansial yang bijak, aman, dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow