Kolaborasi Edukasi Generasi Muda: Webinar “Puan Berdaya” dan “Gen Sehat” Dorong Kesadaran Isu Perempuan dan Kesehatan
Rangkaian webinar TetapBerjalan.id dan Duta Persada Nusantara membahas pemberdayaan perempuan dan kesehatan mental generasi muda melalui “Puan Berdaya” dan “Gen Sehat”.
Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu pemberdayaan perempuan dan kesehatan diwujudkan melalui rangkaian webinar nasional yang diselenggarakan secara daring oleh TetapBerjalan.id dan Duta Persada Nusantara. Kegiatan ini menghadirkan dua seri webinar edukatif yang dilaksanakan pada 8 Maret 2026 dan 12 April 2026, dengan jumlah peserta sekitar 50 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperingati momentum penting dunia, yakni Hari Perempuan Internasional serta Hari Kesehatan Dunia, sekaligus menghadirkan ruang diskusi inspiratif bagi generasi muda untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kesadaran terhadap isu sosial yang relevan dengan kehidupan mereka.
Webinar “Puan Berdaya: Kartini Masa Kini”
Webinar pertama bertajuk “Puan Berdaya: Kartini Masa Kini” diselenggarakan pada 8 Maret 2026 dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Shofiyah Tsabitah dan Salsa Azhar. Dalam sesi diskusi, kedua narasumber membahas berbagai isu keperempuanan yang relevan dengan generasi masa kini, seperti pentingnya self growth, keberanian perempuan untuk mengembangkan potensi diri, serta kemampuan membangun personal branding dan public speaking di ruang publik.
Dalam pemaparannya, Shofiyah Tsabitah menekankan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia mengajak para peserta untuk berani mengenali nilai diri serta terus belajar agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Sabitah juga menyampaikan bagaimana saat ia tumbuh menjadi perempuan yang berdaya dan berdampak bagi sekitar dengan aktif membuat sebuah konten mengenai self development, dan self care yang saat ini menjadi isu tren dialami oleh berbagai kalangan wanita.
Sabitah juga menyampaikan bahwa, “menjadi permepuan itu jangan hanya sekadar cantik saja, tapi kita harus punya nilai tambahnya dengan beberapa pengalaman, dan kegiatan positif yang bisa kita cari, dan kita ttekuni sebagai salah satu jalan kita dalam berproses” ujarnya dalam webinar hari Perempuan Internasional. Sabitah juga mengajak para perempuan untuk bisa berkarya di manapun mereka berada, dengan segala keterbatasan yang dialami, tanpa harus pandang bulu.
Sementara itu, sesi selanjutnya Salsa Azhar membahas pentingnya personal branding bagi perempuan di era digital. Menurutnya, kemampuan membangun citra diri yang positif serta keterampilan komunikasi menjadi salah satu kunci agar perempuan dapat tampil percaya diri dan menyampaikan gagasan di ruang publik. Salsa menyampaikan bagaimana peranan penting seorang perempuan dan wicara publik yang bisa mengubah dunia perempuan dengan kekayaan intelektual luas dalam dunia public speaking untuk personal branding.
Salsa juga menyampaikan bahwa “selalu tanamkan kata-kata positif pada diri, yang menjadi salah satu motivasi kamu dalam menjalani hari-hari, dan jangan sampai kamu menyakiti diri kamu. Ingat bahwa diri kamu berharga dan suara kamu layak untuk didengar” ujar Salsa dalam sesi webinar berlangsung. Salsa yang aktif dalam membuat konten inspiratif di Instagram, serta konten yang insightfull yang dibuat, membuat para peserta terkesima pada saat sesi praktik apresiasi diri melalui kata-kata afirmasi positif yang sangat menyentuh.
Webinar “Gen Sehat: Merawat Raga, Menenangkan Jiwa”
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan webinar kedua bertajuk “Gen Sehat: Merawat Raga, Menenangkan Jiwa” yang diselenggarakan pada 12 April 2026 dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia. Webinar ini mengangkat isu kesehatan yang relevan dengan generasi muda, mulai dari kesehatan mental, pola hidup sehat, hingga kisah inspiratif para penyintas penyakit.
Materi pertama disampaikan oleh Issara Rizkya, M.Psi., Psikolog. Issara seorang psikolog yang membahas fenomena hustle culture yang banyak dialami generasi muda saat ini. Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa tuntutan produktivitas yang berlebihan tanpa diimbangi dengan istirahat dan keseimbangan hidup dapat memicu kelelahan mental atau burnout. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami konsep life balance, menjaga kesehatan mental, serta menerapkan berbagai strategi self-care dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu kak Issara juga menyampaikan bahwa, perlu adanya mental healing untuk diri, yang menjadi solusi dalam menyegarkan pikiran, dan raga dalam menghadapi hari yang suntuk dan berat, agar kesehatan mental kita tetap terjaga dengan baik. Misalnya dengan jalan-jalan atau menyalurkan pada hobi, dan dukungan sosial dari sekitar. Materi yangs angat insightfull membuat para peserta terasa seperti berkomunikasi langsung bersama ahlinya, dan konsultasi mengenai isu kesehatan mental yang dialami Gen Z pada masa kini yang dibilang relate dengan situasi yang dirasakan.
Dilanjut dengan sesi inspiratif lainnya diisi oleh Regia Rizki Pratama, seorang scoliosis fighter yang berbagi cerita mengenai perjalanan hidupnya menghadapi skoliosis. Dalam ceritanya, Regia mengungkapkan berbagai tantangan fisik dan mental yang ia alami selama menjalani pengobatan, sekaligus bagaimana dukungan dari keluarga serta tekad untuk tetap optimis menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kondisi tersebut. Di tengah keterbatasannya, Regia membuktikan bahwa dia masih bisa berkarya, meski pasca operasi Skoliosis yang ia alami di 2021 lalu.
Regia tetap berkiprah dalam mencari Jati dirinya, dengan mengikuti beberapa kegiatan Volunteer, aksi kepemudaan yang berdampak nyata. Julukan “Titanium Boy” yang Regia kenalkan dalam webinar Gen Sehat ini, menjadi salah satu ciri khasnya untuk tetap berjuang mengukir prestasi hingga kancah internasional. Regia juga mendirikan salah satu komunitas yang bernama Teman Pede, yang menjadi salah satu media dalam penyampaian aspirasi bagi anak muda untuk menyuarakan public speaking dalam kesehatan mental, serta sebagai salah satu alternatif dalam personal branding dengan harapan agar bisa bermanfaat bagi orang lain meski kini dia hidup dengan keterbatasan dari apa yang telah ia alami.
Pesan untuk para scoliosis fighter “ikuti apa kata tim medis, jika diharuskan terapi berobat operasi maka laksanakanlah demi kebaikanmu juga, jangan memandang dirimu kurang dari segalanya, percaya bahwa setelah titik terendah ini kamu akan mendapatkan hal bahagia setelahnya, dan percaya bahwa apa yang tuhan berikan bukan bentuk hukuman, tetapi bahwa kamu mampu untuk diuji dan menerima ujian ini.” Penutup dari Regia yang sangat membuat tersentuh.
Dilanjut dengan membahas isu seputar Gizi bersama Trifosa Rehuel Alfasan, mahasiswa program studi Ilmu Gizi di Universitas Indonesia. Dalam pemaparannya, ia membahas pentingnya gizi seimbang bagi generasi muda, serta memberikan berbagai tips praktis mengenai pola makan sehat yang dapat menunjang produktivitas mahasiswa dan generasi muda secara umum. Ia juga menyoroti beberapa isu gizi yang sering terjadi pada Gen Z, seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan instan, tren diet ekstrem, serta kurangnya kesadaran terhadap pentingnya nutrisi yang seimbang.
Trifosa yang akrab dipanggil Oca, menyampaikan bahwa “Kita harus bisa memilah dan memilih makanan dengan baik jika makanan tidak ingin menjadi musuh kita. Makanan akan menjadi musuh kita, jika tidak diimbangi dengan gizi dan nutrisi yang seimbang, seperti isi piringku. Dalam gambar isi piringku ini. Dalam pemaparannya, ia menyoroti fenomena unik generasi Z yang memiliki kesadaran tinggi terhadap gaya hidup sehat, namun disisi lain masih terjebak dalam pola hidup instan dan konsumsi makanan tidak seimbang.
Oca menjelaskan bahwa, konsep sehat tidak hanya berarti terbebas dari penyakit, melainkan kondisi seimbang antara fisik, mental, dan sosial, sebagaimana definisi dari World Health Organization. Salah satu faktor utama yang menentukan kesehatan tersebut adalah pola makan sehari-hari. Lebih lanjut, Oca menekankan bahwa gizi seimbang memiliki peran penting dalam:
- Menjaga fungsi tubuh
- Mencegah penyakit
- Meningkatkan produktivitas
Oca juga mengingatkan bahaya diet ekstrem yang kerap dilakukan generasi muda. Mengurangi makan secara berlebihan justru dapat mengganggu metabolisme tubuh, menyebabkan kekurangan nutrisi, sehingga berdampak pada kesehatan mental dan hormonal. Sebagai penutup, Trifosa mengajak generasi muda untuk mulai “berdamai” dengan makanan dan menjadikannya sebagai teman, bukan musuh, serta menjadi agen perubahan gaya hidup sehat di lingkungan sekitar. Menurutnya, makanan sering kali dianggap sebagai “musuh” karena tingginya konsumsi makanan cepat saji yang mengandung gula, garam, dan lemak berlebih. Padahal, pada dasarnya tidak ada makanan yang sepenuhnya buruk, selama dikonsumsi dengan prinsip gizi seimbang, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat komposisi.
Dilanjut dengan sesi story telling atau Survival Story yang memberikan ruang bagi para penyintas penyakit untuk berbagi pengalaman inspiratif. Salah satu penyintas yang hadir adalah Karina Diah Rahmawati, seorang thyroid cancer fighter yang berbagi kisah perjuangannya dalam menghadapi diagnosis kanker tiroid. Dalam sesi tersebut, ia menceritakan proses menerima kondisi kesehatan yang dialami, pergulatan mental selama masa pengobatan, serta bagaimana dukungan keluarga dan lingkungan menjadi sumber kekuatan dalam proses pemulihan.
Dalam ceritanya, Karina menjelaskan bagaimana proses jatuh bangun dalam melawan Kanker, dan juga berjuang untuk tetap waras dalam menjaga kesehatan mentalnya di tengah terpaan badai. “Aku merasa lelah terapi? pernah, cape minum obat? juga pernah, tapi aku ingat masih banyak tempat yang belum aku kunjungi, orang-orang yang belum aku temui di sana, serta wishlist aku yang belum terlaksana, salah satunya menyelesaikan Studi magister di UPI.” ujar Karina saat berbagi cerita bagi para penyintas kanker.
Karina juga memberikan motivasi bagi para generasi muda yang merupakan penyintas kanker juga, bahwa “Percayalah kita pasti sembuh / remisi pada waktunya, banyak public figure juga yang sedang berjuang meski ada beberapa yang gugur di medan perang, salah satunya yang menginspirasi saya adalah Vidi Aldiano” Lanjut Karina.
Kanker itu hanyalah sebuah kata, bukan hukuman mati, meski ia dijuluki sebagai silent killer, yang tidak kita ketahui gejalanya, dan kita anggap hal yang biasa, tetapi itulah kanker yang diam diam membunuh. Tetapi Karina tetap bersikukuh untuk terus melawan kanker, berjuang sembuh meski saat ini hidup dengan mengkonsumsi obat, dan sudah tidak mempunyai tiroid akibat pengangkatan operasi total di lehernya Maret, 2025 yang lalu.
Tetapi kiprahnya tidak pernah jera, ia terus berkarya dengan bisa pergi ke negeri jiran dan Singapura, juga Thailand sebagai brand ambassador dan awardee fully funded 3 negara program International Volunteer & Education Conference oleh @garudanusaid dan Edusantara Global Youth Innovation Conference oleh @egyic.official & @edusntara.id , berkarya dan menjadi mahasiswa berprestasi di tengah keterbatasannya. Hilang suara hingga 6 bulan, menjalani terapi ablasi nuklir, dan semua dilakukan dengan ikhlas.
“Percayalah, tuhan memberimu hadiah kanker bukan berarti kamu ini lemah, tetapi itu cara tuhan menyayangi kamu, supaya kamu bisa lebih menghargai hidup kamu, dan menyayangi diri kamu semasa kamu hidup, jadi manfaatkan waktumu selagi masih ada, jangan sia-siakan waktumu!” Ujar Karina yang menjadi penutup bersemangat bagi seluruh peserta webinar.
Kolaborasi Komunitas Kepemudaan Tetap Berjalan. id & Duta Persada Nusantara
Rangkaian webinar ini merupakan hasil kolaborasi antara TetapBerjalan.id dan Duta Persada Nusantara, dua komunitas yang aktif menghadirkan program edukatif bagi generasi muda. Komunitas TetapBerjalan.id dipimpin oleh Nanda Rizq Naufal, yang dikenal aktif menginisiasi berbagai kegiatan pengembangan diri, diskusi publik, serta program edukasi bagi anak muda Indonesia. Tetapberjalan.id adalah komunitas dan platform pengembangan diri di Instagram yang menyediakan ruang aman untuk bertumbuh melalui webinar gratis, mentoring, dan workshop.
Fokus utamanya adalah kesehatan mental, self-love, dan motivasi untuk melanjutkan perjalanan hidup meskipun dalam situasi sulit.Platform ini sering menekankan pentingnya memberikan jeda bagi hati dan pikiran di tengah rutinitas yang padat. Dalam sambutannya yang disampaikan oleh CEO Tetap berjalan, berharap “Dengan adanya program kolaborasi bersama Duta Persada Nusantara ini menjadi salah satu simbol bahwa, pergerakan kolaboratif yang dapat berkepanjangan selain menjalin relasi dan silaturahmi, diharapkan dapat menjadi salah satu ladang inspirasi bagi para generasi muda yang bisa menciptakan suasana baru dalam menggapai impian bersama dengan proses dan perjalanan yang perlahan tapi pasti” ujar Nanda lebih lanjutnya.
Sementara itu, Duta Persada Nusantara merupakan komunitas kepemudaan yang didirikan oleh Faraz Juandi, yang menghimpun pemuda dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkontribusi dalam kegiatan kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi generasi muda. Dengan mengusung slogan “Merajut Keberagaman, Membangun Persatuan”, Duta Persada Nusantara berkomitmen menjadi ruang kolaborasi yang mendorong generasi muda untuk saling menghargai perbedaan, memperkuat solidaritas, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Sejak berdiri, Duta Persada Nusantara terus berkembang melalui berbagai program seperti pelatihan kepemimpinan, kegiatan pemberdayaan masyarakat, kampanye sosial, pengembangan minat bakat, serta kegiatan inspiratif lainnya. Duta Persada Nusantara hadir sebagai langkah nyata untuk membentuk generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, serta mampu menjadi pelopor perubahan demi Indonesia yang lebih maju dan bersatu. (Sumber artikel Duta Persada Nusantara & Faraz Juandi)
Sebagai tambahannya Chief Organization Officer Muh Hazyim Hamzady dalam sambutannya, “Kolaborasi inspiratif yang sangat luar biasa yang tidak hanya sekedar formalitas belaka, tetapi dalam faktanya Tetap Berjalan dan Duta Persada Nusantara dapat menyatukan visi yang sesuai dengan situasi gen Z saat ini.
Tidak hanya itu dari segi pematerian yang disampaikan oleh para pemateri dan storyteller sangat mendarah daging sekali, dengan apa yang dialami, dengan konsep webinar yang menghadirkan sesi story telling yang membuat audiens merasa tidak bosan. Tidak hanya webinar berbatas QnA saja tetapi kita juga bisa lebih perhatian pada kesehatan kita sendiri. Ujar Hasyim dalam sampaian sambutannya.
COO Duta Persada Nusantara berpesan semoga kedepannya bisa terus berkolaborasi dengan menciptakan suatu inspirasi kolaboratif yang dapat dipadu padankan dengan ajakan peduli pada diri dan ruang diskusi yang tidak sekadar mengajak produktif tetapi ada sensasi nyata melalui kisah inspiratif yang disampaikan” lebih lanjut lagi ujar Hazyim.
Melalui rangkaian webinar “Puan Berdaya” dan “Gen Sehat”, para penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi yang mendorong generasi muda untuk terus bertumbuh, meningkatkan kesadaran terhadap isu perempuan dan kesehatan, serta menginspirasi mereka untuk menjadi generasi yang lebih tangguh, sehat, dan berdaya.
What's Your Reaction?